FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil

FN, siswi SMA yang dianiaya dan diperkosa sang kekasih karena mengaku hamil, ternyata hasil tespack negatif, berikut penjelasannya.

sumsel.tribunnews.com
Korban saat hendak dilarikan ke RS Bhayangkara, oleh Unit PPA Polresta Palembang, usai ditemukan di wilayang Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatra Selatan. 

Keluarga juga menyatakan FN masih belum pulih seperti sedia kala.

FN merupakan warga Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

FN dan pelaku FP merupakan siswa kelas XII di SMA Daarul Aitam yang berlokasi di sekitar tempat tinggal mereka.

FN ditemukan tak berdaya dengan kondisi kelaparan dan pakaian terkoyak di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

Menurut pelaku yang merupakan sang kekasih, pemerkosaan terjadi pada Selasa (22/10/2019) di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku meninggalkan FN sendirian.

FN ditemukan tiga hari kemudian pada Jumat (25/10/2019) dengan kondisi yang memprihatinkan.

Gadis tersebut ditinggalkan dalam keadaan tak berdaya, kelaparan dan pakaian yang koyak.

Kronologi 

FN, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sang kekasih kemudian ditinggalkan dalam keadaan kelaparan dan pakaian koyak.
FN, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sang kekasih kemudian ditinggalkan dalam keadaan kelaparan dan pakaian koyak. (sumsel.tribunnews.com)

Dikutip Tribunnewswiki dari Tribun Sumsel, polisi membeberkan kronologi penemuan FN siswi SMA yang ditemukan kelaparan dengan pakaian terkoyak di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir (OI).

Pelaku berinisial FP (18), merupakan warga Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Patih Galuh Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Kejadian berawal pada Selasa (22/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu pelaku sedang berada di kos-kosannya sebelum FN (16) datang menemui pelaku.

Menurut keterangan pelaku, FN memberitahu bahwa dirinya tengah mengandung.

Mendengar kabar tersebut, FP mengaku kaget kemudian melaksanakan keinginan FN untuk diantar pulang ke rumah.

Sebelum pulang kerumah FN, FP membawa sang kekasih berkeliling dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

Keduanya kemudian sampai di lokasi kejadian perkara, di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatra Selatan.

Pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan intim, namun saat itu korban menolak ajakan tersebut.

Karena mulai diliputi amarah, pelaku melakukan penganiayaan kepada FN.

Setelah FN dalam keadaan tidak berdaya, pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak satu kali.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved