FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil

FN, siswi SMA yang dianiaya dan diperkosa sang kekasih karena mengaku hamil, ternyata hasil tespack negatif, berikut penjelasannya.

sumsel.tribunnews.com
Korban saat hendak dilarikan ke RS Bhayangkara, oleh Unit PPA Polresta Palembang, usai ditemukan di wilayang Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatra Selatan. 

Setelah melakukan persetubuhan terhadap korban, pelaku kemudian meninggalkan korban sendiri di lokasi kejadian.

Sedangkan pelaku langsung pulang ke kos-kosan.

Sejak FN dinyatakan hilang pada Selasa (22/10/2019) lalu, orang tua FN berkali-kali datang ke sekolah menanyakan keberadaan putrinya.

Pihak sekolah juga sudah bertanya kepada FP mengenai keberadaan FN.

Hal tersebut dikarenakan FP dianggap orang dekat dan yang diketahui bersama FN sebelum dinyatakan hilang.

"Tapi FP bersumpah, dia tidak tahu di mana FN. FP juga tetap masuk sekolah selama beberapa hari korban hilang. Bahkan hari Jumat (25/10/2019), FP ikut yasinan dan doa bersama untuk korban yang digelar pihak sekolah," terang Kepala SMA Daarul Aitam, Herni Limhar.

Jerat hukum untuk pelaku FP

Baca: 7 FAKTA Guru Silat Ditangkap Polisi karena Gauli Siswi SMP: Kenal & Jerat Korban Lewat Whatsapp (WA)

Baca: 2 Perempuan Cantik: 1 Mahasiswi, 1 Siswi SMA, Jadi Korban Tipu Daya Anggota TNI Gadungan

FP, pelaku pemerkosaan terhadap FN
FP, pelaku pemerkosaan terhadap FN (sumsel.tribunnews.com)

Kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti seperti satu helai bra milik korban, satu helai celana dalam milik korban, dan satu buah ikat pinggang milik korban.

Selain itu satu unit ponsel Merk Oppo A3 S milik pelaku, dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nopol BG 5774 CU milik pelaku turut diamankan.

Kanit PPA Reskrim Polres Ogan Ilir, Aiptu Sigit mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mendalami kasus tersebut.

"Dari perkembangan saat ini, tersangka juga mengambil HP korban," tambah Aiptu Sigit.

Sehingga selain pasal persetubuhan di bawah umur, pihaknya juga mengancam tersangka dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit PPA, Iptu Tohirin dan Kasubnit PPA, Ipda Hendri, memastikan pelaku FP akan ditahan meski masih berstatuskan pelajar.

"Meski dia berstatus pelajar, pelaku terpaksa kita tahan. Untuk korban juga telah dilakukan visum sebagai penguatan barang bukti," ungkapnya pada Sabtu (26/10/2019).

FP ditangkap tanpa perlawanan di kosan pelaku di Jalan Veteran Palembang, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

FP langsung digiring oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang dimintai keterangannya.

FP kemudian diserahkan ke Polres Ogan Ilir dimana lokasi TKP berada di OI.

"Pelaku kita ancam dengan Pasal 81 Ayat (1) juncto Pasal 76D UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kompol Yon Edi.

(TRIBUNNEWSWIKI/SRIPOKU/Magi, Tribun Sumsel/Agung/Ardiansyah)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved