FAKTA BARU Siswi SMA yang Diperkosa dan Ditinggalkan Tak Berdaya hingga 3 Hari Rupanya Tidak Hamil

FN, siswi SMA yang dianiaya dan diperkosa sang kekasih karena mengaku hamil, ternyata hasil tespack negatif, berikut penjelasannya.

sumsel.tribunnews.com
Korban saat hendak dilarikan ke RS Bhayangkara, oleh Unit PPA Polresta Palembang, usai ditemukan di wilayang Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatra Selatan. 

TRIBUNJAKARTAWIKI.COM - Beberapa hari belakangan publik dihebohkan dengan adanya kasus tragis yang menimpa FN (16), seorang siswi SMA yang diperkosa oleh FP (18).

Menurut pengakuan tersangka FP, sebelum kejadian pemerkosaan terjadi, FN mengatakan dirinya tengah hamil.

Kaget mendengar informasi tersebut, kemudian FP memutuskan untuk membawa FN jalan-jalan dengan mengendarai sepeda motor pelaku.

Ketika sampai di Desa Sungai Rambutan, FN menganiaya dan memperkosa FN.

Namun rupanya pengakuan keluarga dan hasil visum menyatakan hal sebaliknya dari pernyataan FP.

Ternyata FN tidak hamil

Baca: 7 Fakta Tragis FN, Siswi SMA yang Diperkosa Kekasih dan Ditemukan Kelaparan serta Pakaian Terkoyak

Baca: Kronologi Pemerkosaan Tragis yang Dialami Siswi SMA Daarul Aitam dan Ditemukan 3 Hari Kemudian

Nizar (kanan), paman FN, gadis belia yang jadi korban penganiayaan dan pemerkosaan meminta aparat agar menghukum tersangka dengan hukuman seberat-beratnya.
Nizar (kanan), paman FN, gadis belia yang jadi korban penganiayaan dan pemerkosaan meminta aparat agar menghukum tersangka dengan hukuman seberat-beratnya. (TRIBUNSUMSEL/AGUNG DWIPAYANA)

Dilansir oleh Sripoku.com, rupanya FN tidak dalam keadaan hamil ketika kejadian tragis tersebut menimpanya.

Informasi tersebut disampaikan oleh pihak keluarga FN untuk membantah pernyataan yang dikatakan oleh FP kepada kepolisian sebelumnya.

Keluarga FN juga merasa keberatan atas pemberitaan FN yang disebut dalam kondisi hamil.

"Itu tidak benar, sampai sekarang dia masih menstruasi kok. Selain itu juga ada hasil visum dari kepolisian yang menyatakan FN tidak hamil," kata keluarga FN yang enggan menyebutkan namanya.

Sang saudara juga mengatakan mengenai pernyataan pelaku tentang kondisi FN yang hamil, lantaran FN belum paham akan penggunaan testpack atau alat uji kehamilan yang dapat mendeteksi kehamilan dengan menggunakan urine.

Ketika FN periksa, testpack memperlihatkan garis satu dan menyimpulkan dirinya positif hamil.

"Kami sudah jelaskan kepada dia kalau garis satu bukan positif hamil, tetapi garis dua," katanya.

Setelah menyimpulkan hasil testpack, FN kemudian mencoba menemui FP ke kosannya di Prabumulih dengan maksud minta pertanggungjawaban.

"Tapi, dia (FN) tidak pamit sama kami (keluarga) hingga akhirnya dirinya tidak pulang-pulang ke rumah sejak saat itu," kata saudara FN.

Sebelum ada pemeriksaan menggunakan tespack, FN pernah dijemput oleh FP untuk diajak jalan-jalan dengan izin keluarga.

Namun begitu pulang jalan-jalan, FN menangis tetapi tidak menceritakan alasan dirinya menangis kepada keluarga.

"Ia (FN) hanya cerita melalui temannya, temannya nyarankan beli testpack. Setelah itu barulah FN pergi ke tempat FP," katanya.

Sejak hilang, pihak keluarga terus melakukan pencarian. Bahkan, pelaku sempat ditemui di sekolahnya, tetapi pelaku mengaku tidak tahu dimana keberadaan FN.

Hingga artikel ini diterbitkan, kondisi FN masih lemas dan penuh luka.

Keluarga juga menyatakan FN masih belum pulih seperti sedia kala.

FN merupakan warga Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

FN dan pelaku FP merupakan siswa kelas XII di SMA Daarul Aitam yang berlokasi di sekitar tempat tinggal mereka.

FN ditemukan tak berdaya dengan kondisi kelaparan dan pakaian terkoyak di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

Menurut pelaku yang merupakan sang kekasih, pemerkosaan terjadi pada Selasa (22/10/2019) di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku meninggalkan FN sendirian.

FN ditemukan tiga hari kemudian pada Jumat (25/10/2019) dengan kondisi yang memprihatinkan.

Gadis tersebut ditinggalkan dalam keadaan tak berdaya, kelaparan dan pakaian yang koyak.

Kronologi 

FN, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sang kekasih kemudian ditinggalkan dalam keadaan kelaparan dan pakaian koyak.
FN, korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sang kekasih kemudian ditinggalkan dalam keadaan kelaparan dan pakaian koyak. (sumsel.tribunnews.com)

Dikutip Tribunnewswiki dari Tribun Sumsel, polisi membeberkan kronologi penemuan FN siswi SMA yang ditemukan kelaparan dengan pakaian terkoyak di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir (OI).

Pelaku berinisial FP (18), merupakan warga Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Patih Galuh Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Kejadian berawal pada Selasa (22/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu pelaku sedang berada di kos-kosannya sebelum FN (16) datang menemui pelaku.

Menurut keterangan pelaku, FN memberitahu bahwa dirinya tengah mengandung.

Mendengar kabar tersebut, FP mengaku kaget kemudian melaksanakan keinginan FN untuk diantar pulang ke rumah.

Sebelum pulang kerumah FN, FP membawa sang kekasih berkeliling dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

Keduanya kemudian sampai di lokasi kejadian perkara, di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatra Selatan.

Pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan intim, namun saat itu korban menolak ajakan tersebut.

Karena mulai diliputi amarah, pelaku melakukan penganiayaan kepada FN.

Setelah FN dalam keadaan tidak berdaya, pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak satu kali.

Setelah melakukan persetubuhan terhadap korban, pelaku kemudian meninggalkan korban sendiri di lokasi kejadian.

Sedangkan pelaku langsung pulang ke kos-kosan.

Sejak FN dinyatakan hilang pada Selasa (22/10/2019) lalu, orang tua FN berkali-kali datang ke sekolah menanyakan keberadaan putrinya.

Pihak sekolah juga sudah bertanya kepada FP mengenai keberadaan FN.

Hal tersebut dikarenakan FP dianggap orang dekat dan yang diketahui bersama FN sebelum dinyatakan hilang.

"Tapi FP bersumpah, dia tidak tahu di mana FN. FP juga tetap masuk sekolah selama beberapa hari korban hilang. Bahkan hari Jumat (25/10/2019), FP ikut yasinan dan doa bersama untuk korban yang digelar pihak sekolah," terang Kepala SMA Daarul Aitam, Herni Limhar.

Jerat hukum untuk pelaku FP

Baca: 7 FAKTA Guru Silat Ditangkap Polisi karena Gauli Siswi SMP: Kenal & Jerat Korban Lewat Whatsapp (WA)

Baca: 2 Perempuan Cantik: 1 Mahasiswi, 1 Siswi SMA, Jadi Korban Tipu Daya Anggota TNI Gadungan

FP, pelaku pemerkosaan terhadap FN
FP, pelaku pemerkosaan terhadap FN (sumsel.tribunnews.com)

Kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti seperti satu helai bra milik korban, satu helai celana dalam milik korban, dan satu buah ikat pinggang milik korban.

Selain itu satu unit ponsel Merk Oppo A3 S milik pelaku, dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nopol BG 5774 CU milik pelaku turut diamankan.

Kanit PPA Reskrim Polres Ogan Ilir, Aiptu Sigit mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mendalami kasus tersebut.

"Dari perkembangan saat ini, tersangka juga mengambil HP korban," tambah Aiptu Sigit.

Sehingga selain pasal persetubuhan di bawah umur, pihaknya juga mengancam tersangka dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit PPA, Iptu Tohirin dan Kasubnit PPA, Ipda Hendri, memastikan pelaku FP akan ditahan meski masih berstatuskan pelajar.

"Meski dia berstatus pelajar, pelaku terpaksa kita tahan. Untuk korban juga telah dilakukan visum sebagai penguatan barang bukti," ungkapnya pada Sabtu (26/10/2019).

FP ditangkap tanpa perlawanan di kosan pelaku di Jalan Veteran Palembang, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

FP langsung digiring oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang dimintai keterangannya.

FP kemudian diserahkan ke Polres Ogan Ilir dimana lokasi TKP berada di OI.

"Pelaku kita ancam dengan Pasal 81 Ayat (1) juncto Pasal 76D UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kompol Yon Edi.

(TRIBUNNEWSWIKI/SRIPOKU/Magi, Tribun Sumsel/Agung/Ardiansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved