Kader Partai Gerindra Ini Menangis, Terpilih tapi Dipecat H-1 Jelang Pelantikan DPRD Sulsel

Kader Partai Gerindra menangis menceritakan kisahnya yang dipecat H-1 jelang pelantikan DPRD, padahal ia terpilih.

KOMPAS.COM/FITRIA CHUSNA FARISA
Mantan calon anggota legislatif dari Partai Gerindra, Misriyani Ilyas dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politisi Partai Gerindra Misriyani Ilyas menangis menceritakan kisahnya.

Ia dipecat oleh partai satu hari sebelum pelantikan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Padahal dirinya sudah mengikuti gladi pelantikan pada 23 September 2019 silam.

"Saya sudah melaksanakan geladi, tanggal 23 (September) itulah yang saya mendapat kabar bahwa ada surat dari DPP yang ditujukan kepada DPD Gerindra Sulawesi Selatan," kata Misriyani Ilyas di acara diskusi kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Misriyani Ilyas berkata-kata sambil terisak dan meneteskan air mata.

Misriyani Ilyas merupakan Caleg Partai Gerindra yang maju dalam Pemilu DPRD dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II.

Baca: Rekrutmen CPNS 2019 Dibuka 11 November 2019, Ini Persyaratan atau Dokumen yang Wajib Disiapkan

Baca: Suhu Udara Terlalu Panas, Qatar Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar-pasar

Mantan calon anggota legislatif dari Partau Gerindra, Misriyani Ilyas dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).
Mantan calon anggota legislatif dari Partau Gerindra, Misriyani Ilyas dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). (KOMPAS.COM/FITRIA CHUSNA FARISA)

Oleh KPU Provinsi Sulsel, Misriyani Ilyas telah ditetapkan sebagai Caleg terpilih karena meraih suara terbanyak sebesar 10.057.

Namun, satu hari jelang pelantikan, yaitu 23 September 2019, Misriyani Ilyas mendapatkan kiriman surat dari Partai Gerindra yang menyatakan dirinya diberhentikan dari partai.

Atas pemberhentian itu, Misriyani Ilyas sekaligus mantan politisi Partai Demokrat pun batal dilantik sebagai anggota DPRD.

"Saya mendapatkan 4 surat yang isinya tentang pemberhentian saya, penundaan pelantikan yang ditujukan ke KPU dan langkah administrasi yang dilakukan atas nama DPP terhadap pemberhentian saya dan penggantian nama caleg terpilih," lanjut dia.

Misriyani Ilyas terkejut dengan keputusan Partai Gerindra yang dipimpin Ketua Umum, Prabowo Subianto.

Sebab, sejak 13 Agustus 2019, dirinya sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) KPU yang memuat namanya sebagai Caleg terpilih.

Nama Misriyani Ilyas sebagai Caleg terpilih pun sudah diserahkan KPU kepada Menteri Dalam Negeri.

Tetapi, adanya surat pemecatan dari Partai Gerindra membuat Misriyani Ilyas tak bisa melakukan apa-apa.

Terlebih lagi, surat itu dikirim satu hari jelang pelantikan.

Namun demikian, Misriyani Ilyas mengatakan, dalam surat pemberitahuan dirinya tercantum bahwa surat dibuat bulan Agustus 2019.

Baca: Diduga Curi Emas, Remaja di NTT Dipersekusi Warga hingga Aparat Desa, Keluarga: Korban Trauma Berat

Baca: Film Dont Breathe, Pencurian di Rumah Lelaki Tua Buta Tayang di Bioskop Trans TV Pukul 21.00

"Jam 23.00 WIB malam, 23 September, saya mendapatkan kabar bahwa Mendagri tidak memasukkan nama saya sebagai calon yang akan dilantik pada 24 September," ujar Misriyani Ilyas.

"Di situlah saya sangat shock sekali dan tidak tahu harus bagaimana kecuali menerima kenyataan besoknya saya tidak hadir dalam pelantikan," lanjut dia mengatakan.

Meskipun tidak ikut pelantikan, Misriyani Ilyas tetap berusaha untuk meminta klarifikasi dari Partai Gerindra atas pemecatan dirinya.

Saat bertanya kepada Ketua DPD Gerindra, Misriyani Ilyas tidak mendapat jawaban.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved