Megawati Dituding Dendam ke SBY dan AHY, Ketua DPP PDIP: Mereka ke Teuku Umar dan Selfie Bersama

Megawati disebut dendam ke SBY dan AHY, Ketua DPP PDIP menanggapi bahwa AHY dan Ibas pernah datang ke rumah Megawati dan Selfi bersama.

info seputar presiden
Megawati bersama dengan dua putra SBY dan keluarganya. 

TRIBUNJAKARTAWIKI.COM - Dendam Megawati ke SBY disebut turun hingga ke AHY dan akhirnya menjadikan AHY tak direstui untuk jadi menteri Jokowi-Ma'ruf.

Dendam dari Megawati tersebut membuat AHY terganjal restu untuk jadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Tudingan tersebut diungkapkan oleh Andi Arief yang merupakan Sekjen Partai Demokrat.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Ketua DPP PDIP, bahwa hubungan dari Megawati dan SBY maupun anak-anaknya adalah harmonis.

Baca: TERUNGKAP Alasan AHY Gagal jadi Menteri Jokowi, Gara-gara Hubungan Tak Harmonis SBY dan Megawati?

Baca: AHY Gagal Jadi Menteri Lantaran Hubungan SBY dengan Megawati Tak Harmonis? Ini Penjelasannya

Hal tersebut terlihat saat Megawati mengundang AHY dan Ibas datang ke Teuku Umar hingga mereka selfie bersama.

Sebelumnya, Andi Arief yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat menulis cuitan yang mengatakan bahwa hubungan Megawati dan SBY tidak harmonis.

Hal tersebut membuat AHY gagal mendapat kursi menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dan cucunya, Jan Ethes Srinarendra menyambut Komandan Kogasma Partai Demokrat. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istri, Annisa Pohan yang hadir untuk mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019). Peringatan HUT RI tahun ini mengangkat tema
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dan cucunya, Jan Ethes Srinarendra menyambut Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istri, Annisa Pohan. (Warta Kota/Alex Suban)

Melalui akun twitternya @AndiArief__ bahkan membongkar bahwa Megawati tidak hanya dendam kepada SBY namun juga kepada anaknya AHY.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu," tulis Andi Arief, Sabtu (26/10/2019) dikutip TribunnewsWiki dari twitter @AndiArief__.

"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," lanjut Andi Arief dalam cuitannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Said Abdullah langsung angkat bicara.

Said membantah bahwa selama ini Megawati memiliki dendam kepada SBY dan AHY maupun Ibas.

Ia kemudian menyinggung soal kedatangan dua putra SBY, AHY dan Ibas ke kediaman Megawati pada 5 Juni lalu.

Dalam pertemuan tersebut AHY dan Ibas berfoto bersama Megawati dan Puan Maharani.

"Kenapa pula Andi Arief tidak mengingat masa-masa manis ketika AHY dan mas Ibas datang ke Teuku Umar, disambut manis oleh ibu, selfie bersama. Itu kan sebuah kehormatan," kata Said, Minggu, (27/10/2019) dikutip dari Tribunnews.com.

Dendam Megawati ke SBY disebut turun hingga ke AHY akhirnya tak bisa restui jadi Menteri Jokowi-Ma'ruf Amin.
Dendam Megawati ke SBY disebut turun hingga ke AHY akhirnya tak bisa restui jadi Menteri Jokowi-Ma'ruf Amin. (info seputar presiden)

Kondisi tersebut menurutnya menunjukkan bahwa tidak ada dendam sama sekali dari Megawati kepada SBY maupun kedua anaknya.

Ia meminta jangan karena tidak masuk kabinet lantas menuding Megawati masih memiliki dendam.

"Dan di situlah berakhir, tidak ada istilah dendam apapun. Tiba-tiba hari ini ketika Demokrat tidak masuk satupun di koalisi katakanlah di kabinet pemerintahan Jokowi, tiba-tiba tembakan diarahkan ke ibu Mega. Itu saya sangat menyayangkan pernyataan itu," imbuh Said.

Andi Arief, menurutnya, tidak legowo terhadap keputusan Jokowi menyusun kabinet.

Andi Arief mencari kambing hitam atas keputusan Jokowi tidak menyertakan Demokrat dalam koalisi.

Halaman selanjutnya

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved