ICW Tantang 100 Hari Perppu KPK Harus Terbit, Mahfud MD Tantang Balik: Memang ICW Siapa?

tribunjakartawiki: ICW memberi tantangan pada Mahfud MD untuk segera terbitkan Perppu KPK dalam 100 hari. Mahfud menanggapi dengan memberi tantangan balik.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menantang balik ICW yang memberi deadline 100 hari Perppu KPK harus terbit. 

TRIBUNJAKARTAWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD diberi tantangan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

ICW menantang Mahfud untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait UU KPK hasil revisi.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud MD menantang balik ICW.

"Saya beri 100 hari juga ke ICW untuk membuat pernyataan apapun yang terkait dengan itu (Perppu KPK)," kata Mahfud.

"Memang, ICW itu siapa?," lanjut Mahfud di kantor Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019). (KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO)

Baca: Amien Rais Akan Jewer Menteri jika 6 Bulan tanpa Kemajuan, Mahfud MD: Saya Mau Ketemu Biar Dijewer

Baca: Disinggung Akan Jadi MENKOPOLHUKAM, Mahfud MD: Kan Bisa Jadi MENTERI AGAMA juga

Mahfud meminta agar seluruh pihak untuk menunggu perkembangan Perppu KPK dari Presiden Joko Widodo.

"Tunggu saja perkembanganya lah, pokoknya semua harus selesai baik-baik dan penuh kedamaian. Tapi, tanpa mengurangi penegakan hak dan hukum bagi setiap orang di di Indonesia," ujar Mahfud.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, sebelumnya ICW menantang Mahfud untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait UU KPK hasil revisi.

Hal tersebut dikatakan oleh peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.

Dituturkan oleh Kurnia, terpilihnya Mahfud menjadi Menkopolhukam membawa angin segar bagi ICW memperjuangkan Perppu terkait UU KPK versi revisi.

Kurnia berharap Mahfud dapat ikut mendorong Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu KPK.

"Kita sangat berharap besar agar Prof Mahfud bisa terus konsisten mendorong lahirnya Perppu. Bahkan kalau kita boleh memberikan limitasi waktu, 100 hari," kata Kurnia ketika ditemui Kompas di Kantor ICW, Senin (28/10/2019).

Jabatan Menkopolhukan yang disandang Mahfud dianggap oleh Kurnia dapat menjadi ujian konsistensi.

Pasalnya selama beberapa waktu belakangan Mahfud menyatakan bahwa langkah paling tepat untuk menyelamatkan KPK yang kini berada di ujung tanduk adalah dengan menerbitkan Perppu.

Oleh karena itu Kurnia menyatakan jika Perppu KPK tidak segera terbit dalam 100 hari, dirinya mengusulkan agar Mahfud mundur dari jabatannya sebagai Menkopolhukam.

Kurnia menganggap waktu yang diberikan adalah tepat, yaitu 100 hari.

Terlebih Mahfud MD selama ini dikenal sebagai sosok publik figur yang pro terhadap pemberantasan korupsi.

Seperti informasi yang telah beredar, Mahfud pernah bertemu dengan Jokowi bersama dengan para tokoh lain.

Baca: Kronologi Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Pelaku Telah Diamankan

Baca: Jadi Menteri, Mahfud MD Sempat Telepon Keluarga Minta Doa Keselamatan, Ibunda Ungkap Masa Kecilnya

Pertemuan tersebut membahas dan mendiskusikan mengenai Perppu KPK.

Seusai pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan akan mempertimbangkan adanya penerbitan Perppu KPK.

Namun hingga kini Perppu yang dinanti oleh ICW dan masyarakat belum kunjung diterbitakan.

Mahfud MD telah resmi dilantik sebagai Menkopolhukam periode pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 2019-2024 menggantikan Wiranto.

Pelantikan tersebut tentu saja membawa kabar gembira untuk menyelamatkan KPK yang kini diduga telah dilemahkan.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNNEWS/Christoforus, KOMPAS/Ardito)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved