Selain Es Cendol, Ini 4 Kuliner Malaysia yang Mirip Kuliner di Indonesia

Beberapa kuliner dari Indonesia dan Malaysia yang memiliki beberapa kemiripan, Es Cendol adalah salah satunya.

Tribunnews
Es Cendol 

TRIBUNJAKARTAWIKI.COM - Malaysia dan Indonesia adalah negara yang berasal dari rumpun yang sama.

Maka dari itu, beberapa kuliner dari kedua negara ini memiliki banyak kemiripan.

Namun demikian, masing-masing makanan memiliki perbedaan, khususnya dalam penggunaan bumbu dan rempah pada makanan.

Setidaknya terdapat empat makanan dan satu minuman asal Malaysia yang mirip dengan makanan/minuman khas Indonesia, yaitu rendang, nasi lemak, laksa, sate, dan cendol.

Berikut adalah makanan dan minumal Malaysia serta perbedaannya dengan masakan Nusantara:

Rendang
Rendang (Tribun)

1. Rendang

Rendang memang terkenal di dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia.

Meski begitu, terdapat perbedaan mencolok dari makanan satu ini.

Rendang di Malaysia secara fisik berwarna merah atau kecoklatan, tampak seperti bumbu rujak atau kalio.

Secara tekstur, rendang di Malaysia cenderung lebih basah karena tidak dimasak hingga benar-benar kering dan menghitam.

Rendang Malaysia juga berbeda di setiap wilayahnya.

Mereka membuat versi rendang sendiri sama seperti yang ada di Sumatera Barat, Indonesia.

Sementara itu, rendang di Indonesia berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat yang terkenal dari teknik memasak ‘merandang’.

Baca: Rujak Soto

Baca: Viral Video Ibu-ibu Bertengkar karena Rebutan Rendang, Ini Fakta Sebenarnya, Cuma Settingan?

Baca: Nasi Balap Puyung

Arti dari ‘merandang’ sendiri adalah menggosokan santan dengan api kecil hingga menghitam.

Bumbu dan rempah di setiap desa Sumatera Barat memiliki komposisi berbeda.

Ini yang membuat rasa rendang bisa berbeda-beda pula.

Meski begitu, terdapat satu kesamaan, yaitu pada proses karamelisasi.

Rendang di Indonesia sejatinya bertekstur kering (tidak berkuah) dan berwarna kehitaman akibat proses memasak yang perlahan dengan api kecil.

Proses memasaknya pun lama hingga butuh waktu 8 jam untuk dapat menghasilkan rendang yang awet dan tahan lama.

Nasi Lemak.
Nasi Lemak. (Tribun)

2. Nasi lemak

Nasi lemak adalah salah satu makanan kebanggaan Malaysia, sekaligus salah satu kekayaan kuliner asal Sumatera.

Ahli kuliner Betawi, Pudentia mengatakan bahwa nasi lemak terlebih dulu hadir di tanah Sumatera, langsung dari bangsa Melayu yang datang pasca kedatangan Portugis di Malaka.

Nasi lemak juga dikenal dengan nama nasi uduk di Jakarta.

Baca: Mi Ayam Tugu Lilin, Pajang, Solo

Baca: Ayam Betutu

Baca: Cuanki

Meski nampak serupa, namun perbedaan akan ditemukan ketika merasakannya.

Nasi lemak dilengkapi lauk potongan ayam, timun, bawang goreng, dan ciri khas utama yaitu ikan goreng.

Perbedaan nasi lemak dengan nasi uduk terletak pada rasa daun salam yang tidak dipakai pada nasi lemak.

Jika pakai daun salam, semua rasa dan bau bumbu lain akan tertutupi.

Laksa Pontianak.
Laksa Pontianak. (Tribun)

3. Laksa

Rumpun Melayu mengenal laksa dalam berbagai versi.

Ada laksa Bogor, laksa Medan, laksa Betawi, laksa Penang, laksa asam, dan berbagai laksa lainnya.

Salah satu yang paling dikenal di Malaysia adalah Laksa Penang.

Laksa Penang Malaysia memiliki bentuk mie yang bulat putih dan sedikit tebal.

Rahasia kelezatannya berasal dari kuah yang terbuat dari kaldu ikan.

Baca: Sate Kere Yu Rebi

Baca: Soto Gobyos Manahan

Istimewanya, kuah kaldu ikan Laksa Penang terbuat dari telur, tulang ikan makarel yang direbus dengan daun serai, cabe dan asam.

Kuahnya tidak terlalu kental dan masam manis.

Untuk rasa asamnya, ternyata karena ditambahkan nanas segar.

Laksa paling cocok dinikmati saat siang atau malam.

Di Indonesia, laksa berbeda antara daerah satu dengan lainnya, sehingga bisa dibilang lebih variatif.

Perbedaan ada pada penggunaan bumbu dapur yang berpengaruh pada rasa kuah.

Sedangkan pembuatan mie ada yang memilih cetak tangan atau mesin, tetapi intinya sama terbuat dari campuran tepung beras dan sedikit tepung terigu.

Sate.
Sate. (Tribun)

4. Sate

Sate selain begitu populer di Indonesia, ternyata juga populer di Malaysia.

Di Negeri Jiran tersebut, sate paling terkenal adalah sate kajang, yang terletak di Selangor, Malaysia.

Sate kajang adalah nama untuk sate yang potongan dagingnya besar dengan saus kacang manis ditaburi sambal.

Jenis daging yang ditawarkan bukan hanya sapi dan ayam, tetapi juga daging lain seperti ampela ayam, hati, daging kambing, kelinci, ikan, dan lainnya.

Baca: Sate Buntel

Baca: Sate Klathak

Baca: Sate Loso

Sebagai negara asal sate, Indonesia memiliki beragam jenis sate yang variannya disesuaikan di setiap daerahnya.

Contohnya sate madura, sate yang paling populer di Indonesia.

Bahan dagingnya adalah daging ayam atau kambing, dengan bumbu kecap manis dan gula jawa, dicampur bawang putih, bawang goreng, kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan, petis, kemiri dan garam.

Sate biasanya dimakan dengan nasi putih, lontong, atau ketupat.

Es Cendol
Es Cendol (Tribun)

5. Cendol

Cendol di Malaysia terkenal dari daerah Melaka.

Perbedaan paling mendasar cendol di Indonesia dan negara lain adalah wadah penyajiannya.

Di negara seperti Malaysia dan Singapura, cendol disajikan di mangkok.

Biasanya mangkok alumunium, bukan di gelas seperti Indonesia.

Baca: Download Lagu Pamer Bojo Didi Kempot Cendol Dawet Abah Lala, Lengkap Beserta Liriknya

Baca: Bakso Kadipolo

Baca: Bakso Pawiroredjo Solo

Cara penyajiannya, es diserut sampai menggunung di mangkok, diberi topping cendol dan kacang merah yang sudah dimasak dengan gula, kemudian disiram santan dan gula melaka alias gula merah yang berwarna cokelat pekat.

Sedangkan di Indonesia umumnya cendol atau dawet disajikan di gelas.

Tekstur cendol Malaysia lebih mudah putus ketika digigit ketimbang cendol Indonesia.

Jadi lebih menyerupai dawet, ukurannya juga lebih tipis ketimbang cendol dan dawet Indonesia.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Haris/Nicholas Ryan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved