Pejaten Shelter, Rumah Anjing-anjing Telantar

Pejaten Shelter di Jakarta Selatan merupakan rumah bagi anjing-anjing telantar yang dibuang anak buahnya.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter, tempat penampungan bagi anjing-anjing liar di Kawasan Pejaten Barat pada Sabtu (13/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pejaten Shelter merupakan rumah bagi anjing-anjing telantar yang dibuang anak buahnya.

Kesetiaan anjing tiada tara. Bila majikan sayang kepadanya, maka ia akan setia menemani hingga akhir hayat.

Maka tak ayal, anjing yang punya sifat loyal itu sampai sering dibuatkan film. Yah, Film berjudul Hachiko yang menyentuh bisa menjadi gambaran kesetiaan itu.

Namun, kesetiaan anjing terkadang dikhianati oleh majikannya sendiri. Mereka turut terkena dampak akibat konflik manusia.

Akhirnya, anjing-anjing itu ada yang hidup menggelandang ada juga yang berakhir di tempat penampungan.

Tempat penampungan layaknya sebuah panti asuhan bagi mereka yang tercampakkan.

Keseharian mereka yang senasib diisi dengan makan dan tidur bersama, saling bercanda dan berkelahi.

Saya berkesempatan menyambangi Pejaten Shelter, tempat penampungan anjing terlantar di Selatan Jakarta.

Ketika baru masuk pintu gerbang, kawanan anjing langsung menyapa.

Mereka terlihat ramah dan tidak merasa terancam dengan kehadiran orang asing.

Bahkan, anjing itu langsung mendekat minta dielus. Ketika dibelai, ekornya pun terkibas-kibas.

Sebagian dari mereka tampak menjulurkan lidahnya ingin menjilat, yang saya artikan sebagai keramahan dan kasih sayang mereka kepada tamu.

Salah seorang penjaga kemudian menemani saya berkeliling kandang sambil menunggu Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter, datang untuk melakukan wawancara.

Di perkarangan rumah seluas 5000 meter persegi itu, sebanyak 1.400-an ekor anjing tinggal.

Pekarangan rumah itu tampak luas. Anjing-anjing itu bisa leluasa bergerak ke sana kemari. Mereka sepertinya bebas buang air kecil atau besar di sembarang tempat.

Mereka yang terlantar itu berasal dari Jakarta dan daerah penyangga seperti Depok dan Tangerang. Bahkan dari Bogor pun dibawa ke sini.

Di bagian belakang, saya melihat ada beberapa anjing yang berada di dalam kandang besi. Kata petugas itu, anjing yang terbilang galak dan mudah berkelahi dengan sesama "anak panti" akan dimasukkan ke dalam kandang.

Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter, tempat penampungan bagi anjing-anjing liar di Kawasan Pejaten Barat pada Sabtu (13/6/2020).
Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter, tempat penampungan bagi anjing-anjing liar di Kawasan Pejaten Barat pada Sabtu (13/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Kandang-kandang bagi mereka yang galak kebanyakan berada di belakang.

Memang, ketika melintas salah satu anjing di dalam kandang itu terus menyalak ke arah saya. Bahkan, ia terus mengamati saya dari kejauhan.

Hati kecut juga mendengar gonggongan dan membayangkan tiba-tiba pintu terbuka dari kandang.

Hap! Bisa-bisa saya mendapatkan "kenang-kenangan" selepas pulang dari liputan itu.

Saya pun sempat membaca suatu artikel agar jangan menatap mata anjing bila merasa terancam.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved