Pejaten Shelter, Rumah Anjing-anjing Telantar

Pejaten Shelter di Jakarta Selatan merupakan rumah bagi anjing-anjing telantar yang dibuang anak buahnya.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter, tempat penampungan bagi anjing-anjing liar di Kawasan Pejaten Barat pada Sabtu (13/6/2020). 

Saya hanya terus menatap layar ponsel sambil merekam suasana tanpa melihat kandang itu. Ujian pertama selesai.

Ternyata ujian kedua datang lebih cepat ketika harus balik. Rasa deg-degan kembali timbul dan jantung berdebar kencang tatkala harus melewati kandang itu lagi.

Untungnya, prasangka buruk saya terhadap anjing itu pun keliru. Ia masih tetap berada di dalam kandang meski terus menggonggong.

Lucunya, setelah dipikir-pikir, nyali saya dibuat ciut oleh anjing yang berukuran kecil di antara teman-temannya yang lain.

Ada Dapur dan Ruangan Medis

Dalam pengamatan saya, di tempat penampungan itu terdapat sejumlah dapur untuk memasak makanan.

Terlihat salah satu petugas tengah mengaduk nasi di dalam panci besar. Pintu dapur itu tampak terbuka, anjing-anjing tidur di sekitar dapur.

Ada juga beberapa wadah berisi usus ayam untuk mereka santap. Rupanya saat saya ke sana, bukan bertepatan saat waktu makan siang.

Sebab, makanan masih ada yang terisi di dalam wadah itu tak dihiraukan mereka.

Kemudian ada ruang medis bagi anjing yang menderita penyakit. Bila butuh pengobatan lebih lanjut, mereka akan dibawa ke klinik hewan.

Setelah berkeliling tempat penampungan, Saya kemudian melakukan wawancara dengan Susana.

Di tengah perbincangan kami, ia mengatakan Pejaten Shelter tengah dilanda kesulitan dana.

Pengaruh pandemi Covid-19 berdampak kepada pemasukannya untuk menghidupi ribuan "anak-anaknya".

Dokter Spesialis Patologi Klinis tersebut memperkirakan satu anjing membutuhkan biaya makan, pengobatan dan lain-lain sebesar Rp 250 ribu per bulan.

Dari mana lagi pemasukan selain mengharap belas kasih masyarakat untuk membantu menyambung hidup anjing-anjing terlantar itu.

Disisihkan

Susana melanjutkan anjing-anjing itu ditelantarkan karena sejumlah masalah. Masalah itu bisa disebabkan karena faktor ekonomi ribut dengan tetangga, dan perceraian.

"Terlalu banyak itu karena masalah ekonomi," ungkapnya.

Faktor ekonomi mengakibatkan majikan pindah ke rumah yang lebih kecil sehingga ribut dengan tetangga.

Perceraian bisa membuat anak broken home. Binatang pun juga demikian.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved