5 Patung Terkenal di Monumen Nasional

Monumen Nasional (Monas) salah satu destinasi wisata warga ibu kota dan luar daerah karena menjadi saksi sejarah.

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/Muhammad Rizki Hidayat
Monumen IKADA di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). 

Patung ini dibuat oleh Arsono, pematung dari Sanggar ARSTUPA Jakarta.

Patung MH Thamrin diresmikan pada 11 Januari 1982.

Orang mengenal sosok MH Thamrin sebagai tokoh Betawi yang lahir di Jakarta pada 16 Februari 1894.

Sang pematung menampilkan MH Thamrin sedang mengenakan peci, jas, dan dasinya.

Ini gaya khas keseharian MH Thamrin semasa hidup.

IKADA

Monumen IKADA di kawasan Monas Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).
Monumen IKADA di kawasan Monas Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Berbeda dengan tiga patung di atas, patung keempat di Monas ini berupa sekumpulan pria.

Pria-pria ini tengah memegang tiang bambu dengan bendera merah putih di puncaknya.

Itu adalah patung monumen IKADA yang terletak di sisi Selatan Monas.

Menukil berbagai sumber, patung pria ini merepresentasikan pemuda yang bersikap berani, optimistis, dengan membawa bendera Merah Putih.

Patung IKADA ini hasil tangan Sunaryo, pematung termasyhur sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasil karyanya ini rampung dibikin pada 1 Februari 1988.

Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 19 September 1987.

Patung IKADA diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto, pada 20 Mei 1988.

Raden Ajeng Kartini

Patung Raden Ajeng Kartini, di kawasan Monas Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).
Patung Raden Ajeng Kartini, di kawasan Monas Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Sosok Raden Ajeng Kartini merepresentasikan wanita pun dapat menjadi pahlawan, tak kalah dari laki-laki.

Patung pahlawan nasional ini berada di sisi timur Monas mengarah ke Stasiun Gambir.

Menyoal RA Kartini, kita paling ingat dengan kalimat, "Habis Gelap Terbitlah Terang."

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini.

Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul, "Door Duisternis Tot Licht." 

Terdapat tiga patung RA Kartini dengan pose berbeda-beda.

Di dekat sana tertulis huruf kanji di bagian belakang beserta ejaan lama di bagian depan.

"Dipersembahkan sebagai lambang persahabatan antara bangsa Indonesia dan Djepang," begitu bunyinya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved