Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat

Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat memiliki banyak spot foto menarik. Di sana kamu bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Jakarta dulu.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Museum Taman Prasasti di Jalan Tanah Abang I Nomor 1 RT 11/8 Petojo, Jakarta Pusat. Museum ini persis di sebelah kantor Wali Kota Jakarta Pusat. 

Hulswit adalah orang dibalik perancangan Gereja Katedral, gereja termegah di Jakarta serta bangunan kuno di Batavia dan Surabaya.

Hal ini dibuktikan oleh adanya prasasti batu pualam putih di dinding pintu utama Katedral yang bertuliskan kalimat dalam bahasa latin.

"Marius Hulswit architectus erexit me 1899-1901" yang artinya Aku didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901.

5. Monumen JJ. Perie

Mayor Jenderal Johan Jacob, Perrie, Komandan I Groote Militaire Afdeeling (Devisi Militer Besar) di Jawa.

Selama karirnya dengan militer, dia mendapatkan gelar bangsawan dan berunding dengan orde 4 dari militaire willems-orde (Military order of William), kehormatan tertua dan tertinggi dari kerajaan Belanda.

Penerima beberapa penghargaan semasa hidupnya Mayor Jenderal Perie juga dianugerahi Order of the Lion Belanda.

6. Patung Crying Lady

Patung Crying Lady ini dibuat untuk merefleksikan penderitaan seorang pengantin baru yang ditinggal pergi suaminya karena meninggal akibat wabah malaria di Batavia. Patung ini salah satu koleksi Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat.
Patung Crying Lady ini dibuat untuk merefleksikan penderitaan seorang pengantin baru yang ditinggal pergi suaminya karena meninggal akibat wabah malaria di Batavia. Patung ini salah satu koleksi Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat. (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Patung ini konon dibuat untuk merefleksikan penderitaan seorang pengantin baru yang ditinggal pergi suaminya karena meninggal akibat wabah malaria di Batavia.

Karena merasa sangat kehilangan, akhirnya sang istri mengakhiri hidupnya. Keluarga memesan patung tersebut dari pemahat terkenal bernama Antonio Carminati dari Kota Milan, Italia agar siapapun yang berkunjung ke makam ini bisa merasakan kesedihannya.

Waktu Operasional

Museum ini dibuka setiap hari Selasa-Minggu dengan harga tiket masuk Rp 5000 untuk dewasa, Rp 3000 untuk Mahasiswa Rp 2000 untuk anak-anak.

Rute

Museum ini terletak di dekat Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Untuk menuju ke sini, lokasinya tidak jauh dari Monas.

Rute yang paling mudah ialah lewat Museum Nasional. Tak jauh dari situ ada sebuah jalan menuju Jalan Abdul Muis.

Berjalan kaki sekitar 10 menit kamu sudah bisa sampai di lokasi tujuan.

Kamu bisa menggunakan bus Transjakarta sebagai salah satu pilihan transportasi ketika ingin menuju ke sana.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved