Mengenal Nama Jalan Haji Nawi Raya

Mudah menjumpai banyak nama jalan di Jakarta menggunakan gelar haji di depannya. Ini cerita di balik nama Jalan Raya Haji Nawi di Jakarta Selatan.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Stasiun MRT Haji Nawi di Jalan Fatmawati Raya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (28/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Mudah menjumpai banyak nama jalan di Jakarta menggunakan gelar haji di depannya.

Jalan-jalan dengan gelar haji itu mudah dijumpai di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sebut saja ada Jalan Haji Nawi Raya, Jalan Haji Syahrin, Jalan Haji Zainudin, Jalan Haji Pentul, Jalan Haji Raya dan Jalan Haji Salim.

Sederet nama-nama jalan itu berasal dari nama orang berpengaruh pada masanya.

Mereka bukan orang biasa, melainkan tuan tanah yang kaya raya.

Stasiun MRT Haji Nawi di Jalan Fatmawati Raya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (28/8/2020).
Stasiun MRT Haji Nawi di Jalan Fatmawati Raya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (28/8/2020). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Keturunan ketiga Haji Syahrin salah satunya bernama Haji Gozali (75). Ia punya cerita tentang nama leluhurnya yang dijadikan nama jalan.

Dari informasi keluarga, Haji Syahrin dibuatkan nama jalan karena daerah itu merupakan tanah miliknya.

"Haji Syahrin itu ayahnya kakek saya," cerita Haji Gozali kepada TribunJakarta.com pada Jumat (28/8/2020).

"Enggak ada musyawarah waktu itu, udah bikin aja nama Jalan Haji Syahrin. Ya udah langsung dibikin," ia menambahkan. 

Bukan saja Haji Syahrin, ayah Gozali bernama Haji Mushonif juga dijadikan nama sebuah gang.

Jalan Haji Nawi Raya

Nama-nama orang-orang diabadikan sebagai nama jalan itu merupakan keturunan dari Bek Jahran.

Bek adalah sebutan seorang kepala kampung pada masa penjajahan Hindia Belanda.

Bek Jahran yang berdarah Cirebon akhirnya memilih tinggal di kawasan Gandaria.

Bila diliihat dari garis keturunan, Haji Nawi merupakan keturunan keempat.

Abdussalam (74) dan istri Aisyah Ishaq (59) di kediamannya di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020).
Abdussalam (74) dan istri Aisyah Ishaq (59) di kediamannya di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Bek Jahran punya anak Samuin. Samuin punya anak bernama Ta'min. Ta'min beristri dua. Istri pertama anaknya bernama Haji Nawi sedangkan istri kedua bernama H. Yahya. Nah H. Yahya adalah kakek saya," tutur Muhyiddin Ishaq (61).

Muhyiddin merupakan keturunan Haji Yahya saudara beda Ibu dengan Haji Nawi.

Berdasarkan cerita turun temurun, Haji Nawi merupakan salah satu tuan tanah terkaya dan disegani di daerah Gandaria pada masa itu.

Bahkan, Jalan Haji Nawi Raya kini dijadikan nama salah satu Stasiun MRT.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved