Sejarah Masjid Al Istikharah dan Muasal Jalan Kernolong di Senen Jakarta Pusat

Berdiri sejak 1913, Masjid Al Istikharah merupakan masjid tertua di kawasan permukiman warga Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Masjid Al Istikharah dan Gereja HKBP Kernolong berdiri berdampingan di Jalan Kramat IV, Kelurahan Kernolong, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (23/12/2020). 

Riwayat nama jalan itu sempat tercatat di dalam buku karya Rachmat Ruchiat berjudul "Asal Usul Nama Tempat di Jakarta", Jalan Kernolong dulunya bernama Jalan Ekenholm.

Ekenholm merupakan naman tuan tanah di daerah itu yang bernama J Ekenholm van Kopenhagen.

Berdasarkan namanya, tuan tanah itu diduga berasal dari Denmark.

Baca juga: Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Akan tetapi, warga lokal yang sulit melafalkan nama jalan itu menyebutnya menjadi Jalan Kernolong.

Kini, Jalan Kernolong ini terletak di ujung Kelurahan Kenari bagian utara yang bersebelahan dengan Kelurahan Kwitang.

Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV
Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Jalan itu juga berdekatan dengan Jalan Kramat IV.

Pengamatan dari Google Maps, Jalan ini ada empat Jalan yaitu Jalan Kernolong I, Jalan Kernolong II, Jalan Kernolong III dan Jalan Kernolong Dalam IV.

Pengakuan warga asli

Sejumlah warga asli Jalan tersebut tak mengetahui asal usul nama jalan tersebut.

Menurut warga asli kelahiran tahun 1949, Tyong Mauw (71), dulu Jalan Kernolong bernama Jalan Lontar.

Pasalnya, dulu banyak Pohon Lontar di sekitar perumahan itu.

Orangtuanya dan kakek dari Tyong Mauw tidak pernah bercerita bahwa jalan itu berasal dari nama tuan tanah kala itu.

Ia hanya berkisah bahwa dulu Tentara Belanda pernah menyambangi rumahnya.

Baca juga: Lutfinanda Amary Septiaundi, Fisoterapis PSS Sleman

"Ibu saya sempat bercerita bahwa dulu pakaian Tentara Belanda dicuciin sama beliau. Nanti barter ditukar dengan susu atau coklat. Ibu (di zaman Belanda) dulu kerja jadi tukang cuci," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (6/12/2020).

Selain itu, Kali Ciliwung yang bersebelahan dengan jalan Kernolong masih bersih dan lebar.

Pintu masuk Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020).
Pintu masuk Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Anak-anak sering mandi di kali tersebut.

Warga asli lainnya, Mahaputra (56) juga tak pernah mendengar sejarah nama Kernolong.

Namun, ia sependapat dengan Tyong Mauw bahwa dulu namanya Jalan Lontar.

"Saya enggak pernah dengar sejarah Jalan Kernolong. Namanya aneh, mungkin dari Bahasa Belanda. Tapi memang bener katanya sih dulu Jalan Lontar," tambahnya.

Ia mengatakan warga yang hidup lebih tua di sana kebanyakan sudah tutup usia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved