Sejarah Masjid Al Istikharah dan Muasal Jalan Kernolong di Senen Jakarta Pusat

Berdiri sejak 1913, Masjid Al Istikharah merupakan masjid tertua di kawasan permukiman warga Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Masjid Al Istikharah dan Gereja HKBP Kernolong berdiri berdampingan di Jalan Kramat IV, Kelurahan Kernolong, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Berdiri sejak 1913, Masjid Al Istikharah merupakan masjid tertua di kawasan permukiman warga Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

Awalnya, Masjid Al Istikharah merupakan langgar.

Seiring waktu, berubah menjadi masjid karena kerap dipenuhi jamaah setiap salat Jumat dan Idul Fitri.

Masjid Al Istikharah masih berdiri kokoh di pinggir Kali Ciliwung, Jalan Kernolong Dalam IV, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Nuryaman (66), bekas marbut pertama Masjid Al Istikharah, bercerita masjid ini mulanya langgar kecil.

Baca juga: Mengenal Mahdian Klem, Metode Sunat atau Khitan Modern

Warga asli Jalan Kernolong ini menjelaskan, sekitar tahun 1955 langgar tersebut diperbesar sebagai musala.

Suasana di sekitar musala kala itu masih sepi.

Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV
Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Dulu, orang enggak berani tidur di sini, takut. Ketika sudah berbentuk masjid malah banyak yang tidur di sini," ungkap Nuryaman kepada TribunJakarta.com, Kamis (18/12/2020).

Tanah di langgar itu, lanjut Nuryaman, awalnya merupakan tanah keturunan keluarganya.

Baca juga: Ini Asal Usul Nama Ragunan di Jakarta Selatan

Baca juga: Mengenal Nama Jalan Haji Nawi Raya

Baca juga: Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat

Namun, sudah diwakafkan kepada warga sekitar untuk dibangun musala.

Pada tahun 10 November 1982, bangunan itu dipugar menjadi sebuah Masjid.

Menurut Koordinator Seksi Dakwah, Remi Tobing, masjid ini kini sudah pernah disambangi sejumlah habib yang memberikan ceramah.

Baca juga: 5 Patung Terkenal di Monumen Nasional

"Habib Mustofa Alaydrus, Habib Hamid bin Zaid Alathos, Habib Novel Zindan dan Habib Muksin Alathos di antaranya yang sudah pernah ke sini," jelasnya.

Dua kali pihak pemerintah provinsi turut terlibat renovasi masjid. Di antaranya perbaikan ubin dan pembuatan tempat wudhu serta WC.

Nuryaman menambahkan, pembangunan menara masjid juga dibantu dari pejabat pemerintah DKI Jakarta kala itu.

Kini, musala yang telah berganti menjadi masjid ini ramai disambangi para jamaah ketika salat Jumat maupun salat Idul Fitri.

"Nama masjid Istikharah berasal dari sebaik-baik tempat dan waktu untuk memohon petunjuk langsung kepada Allah SWT," pungkas Remi.

Asal usul nama Kernolong

Di kawasan Senen, Jakarta Pusat, ada nama jalan bernama Jalan Kernolong.

Riwayat nama jalan itu sempat tercatat di dalam buku karya Rachmat Ruchiat berjudul "Asal Usul Nama Tempat di Jakarta", Jalan Kernolong dulunya bernama Jalan Ekenholm.

Ekenholm merupakan naman tuan tanah di daerah itu yang bernama J Ekenholm van Kopenhagen.

Berdasarkan namanya, tuan tanah itu diduga berasal dari Denmark.

Baca juga: Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Akan tetapi, warga lokal yang sulit melafalkan nama jalan itu menyebutnya menjadi Jalan Kernolong.

Kini, Jalan Kernolong ini terletak di ujung Kelurahan Kenari bagian utara yang bersebelahan dengan Kelurahan Kwitang.

Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV
Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Jalan itu juga berdekatan dengan Jalan Kramat IV.

Pengamatan dari Google Maps, Jalan ini ada empat Jalan yaitu Jalan Kernolong I, Jalan Kernolong II, Jalan Kernolong III dan Jalan Kernolong Dalam IV.

Pengakuan warga asli

Sejumlah warga asli Jalan tersebut tak mengetahui asal usul nama jalan tersebut.

Menurut warga asli kelahiran tahun 1949, Tyong Mauw (71), dulu Jalan Kernolong bernama Jalan Lontar.

Pasalnya, dulu banyak Pohon Lontar di sekitar perumahan itu.

Orangtuanya dan kakek dari Tyong Mauw tidak pernah bercerita bahwa jalan itu berasal dari nama tuan tanah kala itu.

Ia hanya berkisah bahwa dulu Tentara Belanda pernah menyambangi rumahnya.

Baca juga: Lutfinanda Amary Septiaundi, Fisoterapis PSS Sleman

"Ibu saya sempat bercerita bahwa dulu pakaian Tentara Belanda dicuciin sama beliau. Nanti barter ditukar dengan susu atau coklat. Ibu (di zaman Belanda) dulu kerja jadi tukang cuci," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (6/12/2020).

Selain itu, Kali Ciliwung yang bersebelahan dengan jalan Kernolong masih bersih dan lebar.

Pintu masuk Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020).
Pintu masuk Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Anak-anak sering mandi di kali tersebut.

Warga asli lainnya, Mahaputra (56) juga tak pernah mendengar sejarah nama Kernolong.

Namun, ia sependapat dengan Tyong Mauw bahwa dulu namanya Jalan Lontar.

"Saya enggak pernah dengar sejarah Jalan Kernolong. Namanya aneh, mungkin dari Bahasa Belanda. Tapi memang bener katanya sih dulu Jalan Lontar," tambahnya.

Ia mengatakan warga yang hidup lebih tua di sana kebanyakan sudah tutup usia.

Selain itu, warga asli di Jalan Kernolong kebanyakan sudah pindah ke daerah penyangga. 

Mahaputra juga sempat bingung ingin mengarahkan untuk menanyakan terkait riwayat jalan itu kepada siapa.

"Warga yang sudah tua kebanyakan udah enggak ada," katanya.

Di sepanjang Jalan Kernolong, hanya tinggal sedikit saja rumah tua pada masa kolonial atau sering disebut 'Rumah Belanda'.

Salah satunya yang tersisa milik keluarga Tyong Mauw yang berada di persimpangan jalan.

Namun, tambah Mahaputra, ada satu masjid di Jalan Kernolong yang sudah tua bernama Masjid Al-Istikharah yang berdiri sekira tahun 1913.

"Dulu Masjid ini hanya berbentuk langgar, pada tahun 1982 dipugar," pungkas Mahaputra.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved