Mengenal Jalan Kernolong di Senen, Jakpus dan Kerukunan Antar 2 Umat Beragama

Ini asal usul Jalan Kernolong, dua tempat ibadah yang tua dan kerukunan di dalamnya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Jalan Kernolong I yang berdekatan dengan Jalan Kramat IV, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (6/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Asal usul Jalan Kernolong di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengandung sejarah panjang.

Riwayat nama jalan itu sempat tercatat di dalam buku karya Rachmat Ruchiat berjudul "Asal Usul Nama Tempat di Jakarta", Jalan Kernolong dulunya bernama Jalan Ekenholm.

Ekenholm merupakan nama tuan tanah di daerah itu yang bernama J Ekenholm van Kopenhagen.

Berdasarkan namanya, tuan tanah itu diduga berasal dari Denmark.

Akan tetapi, warga lokal yang sulit melafalkan nama jalan itu menyebutnya menjadi Jalan Kernolong.

Kini, Jalan Kernolong ini terletak di ujung Kelurahan Kenari bagian utara yang bersebelahan dengan Kelurahan Kwitang.

Jalan itu juga berdekatan dengan Jalan Kramat IV.

Pengamatan dari Google Maps, Jalan ini ada empat Jalan yaitu Jalan Kernolong I, Jalan Kernolong II, Jalan Kernolong III dan Jalan KernolongDalam IV.

Pengakuan warga asli

Sejumlah warga asli Jalan tersebut tak mengetahui asal usul nama jalan tersebut.

Menurut warga asli kelahiran tahun 1949, Tyong Mauw (71), dulu Jalan Kernolong bernama Jalan Lontar.

Pasalnya, dulu banyak Pohon Lontar di sekitar perumahan itu.

Tyong Mauw tidak ingat orangtuanya atau kakeknya pernah bercerita bahwa jalan itu berasal dari nama tuan tanah kala itu.

Ia hanya berkisah bahwa dulu Tentara Belanda pernah menyambangi rumahnya.

"Ibu saya sempat bercerita bahwa dulu pakaian Tentara Belanda dicuciin sama beliau. Nanti barter ditukar dengan susu atau coklat. Ibu (di zaman Belanda) dulu kerja jadi tukang cuci," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (6/12/2020).

Jalan Kernolong III yang berdekatan dengan Kali Ciliwung pada Minggu (6/12/2020).
Jalan Kernolong III yang berdekatan dengan Kali Ciliwung pada Minggu (6/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Selain itu, Kali Ciliwung yang bersebelahan dengan jalan Kernolong masih bersih dan lebar.

Anak-anak sering mandi di kali tersebut.

Warga asli lainnya, Mahaputra (56) juga tak pernah mendengar sejarah nama Kernolong.

Namun, ia sependapat dengan Tyong Mauw bahwa dulu namanya Jalan Lontar.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved