Mengenal Jalan Kernolong di Senen, Jakpus dan Kerukunan Antar 2 Umat Beragama

Ini asal usul Jalan Kernolong, dua tempat ibadah yang tua dan kerukunan di dalamnya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Jalan Kernolong I yang berdekatan dengan Jalan Kramat IV, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (6/12/2020). 

"Saya enggak pernah dengar sejarah Jalan Kernolong. Namanya aneh, mungkin dari Bahasa Belanda. Tapi memang bener katanya sih dulu Jalan Lontar," tambahnya.

Ia mengatakan warga yang hidup lebih tua di sana kebanyakan sudah tutup usia.

Selain itu, warga asli di Jalan Kernolong kebanyakan sudah pindah ke daerah penyangga. 

Mahaputra juga sempat bingung ingin mengarahkan untuk menanyakan terkait riwayat jalan itu kepada siapa.

"Warga yang sudah tua kebanyakan udah enggak ada," katanya.

Di sepanjang Jalan Kernolong, hanya tinggal sedikit saja rumah tua pada masa kolonial atau sering disebut 'Rumah Belanda'.

Salah satunya yang tersisa milik keluarga Tyong Mauw yang berada di persimpangan jalan.

Namun, tambah Mahaputra, ada satu masjid di Jalan Kernolong yang sudah tua bernama Masjid Al-Istikharah yang berdiri sekira tahun 1913.

"Dulu Masjid ini hanya berbentuk langgar, pada tahun 1982 dipugar," pungkas Mahaputra.

Masjid tua di Kernolong

Masjid Al Istikharah di kawasan permukiman warga Kenari, Senen, Jakarta Pusat, merupakan masjid tua yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1913.

Masjid ini awalnya hanya berbentuk sebuah langgar. 

Seiring perkembangan waktu, bangunan itu kemudian diubah menjadi sebuah masjid yang sering dipenuhi jamaah setiap salat Jumat dan Idul Fitri.

Meski berdiri sejak puluhan tahun silam, Masjid Al Istikharah masih berdiri kokoh di pinggir Kali Ciliwung, di Jalan Kernolong Dalam IV, Kelurahan Kenari, Senen Jakarta Pusat.

Menurut Nuryaman (66), bekas marbut pertama Masjid Al Istikharah sekaligus warga asli Jalan Kernolong, masjid ini awalnya hanyalah sebuah langgar berukuran kecil. Sekitar tahun 1955, baru dibangun menjadi musala.

Kala itu, suasana di sekitar musala itu masih sepi.

"Dulu, orang enggak berani tidur di sini, takut. Ketika sudah berbentuk masjid malah banyak yang tidur di sini," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Kamis (18/12/2020).

Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV di Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020).
Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV di Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Tanah di langgar itu, lanjut Nuryaman, awalnya merupakan tanah keturunan keluarganya.

Namun, sudah diwakafkan kepada warga sekitar untuk dibangun musala.

Pada tahun 10 November 1982, bangunan itu dipugar menjadi sebuah masjid.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved