Mengenal Jalan Kernolong di Senen, Jakpus dan Kerukunan Antar 2 Umat Beragama

Ini asal usul Jalan Kernolong, dua tempat ibadah yang tua dan kerukunan di dalamnya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Jalan Kernolong I yang berdekatan dengan Jalan Kramat IV, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (6/12/2020). 

Menurut Koordinator Seksi Dakwah, Remi Tobing, masjid ini kini sudah pernah disambangi sejumlah habib yang memberikan ceramah.

"Habib Mustofa Alaydrus, Habib Hamid bin Zaid Alathos, Habib Novel Zindan dan Habib Muksin Alathos di antaranya yang sudah pernah ke sini," jelasnya.

Dua kali pihak pemerintah provinsi turut terlibat renovasi masjid. Di antaranya perbaikan ubin dan pembuatan tempat wudhu serta WC.

Nuryaman menambahkan, pembangunan menara masjid juga dibantu dari pejabat pemerintah DKI Jakarta kala itu.

Suasana tampak depan Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020).
Suasana tampak depan Masjid Al Istikharah di Jalan Kernolong Dalam IV, Kenari, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (17/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kini, musala yang telah berganti menjadi masjid ini ramai disambangi para jamaah ketika salat Jumat maupun salat Idul Fitri.

"Nama masjid Istikharah berasal dari sebaik-baik tempat dan waktu untuk memohon petunjuk langsung kepada Allah SWT," pungkas Remi.

Belajar toleransi dari permukiman Kernolong

Permukiman Kernolong, Senen, Jakarta Pusat adalah tempat memupuk keberagaman bagi warga di sekitarnya.

Potret keberagaman dan toleransi itu bisa terlihat dari dua rumah ibadah umat kristiani dan umat muslim yang berdiri berdampingan selama ratusan tahun.

Masjid Al Istikharah dan Gereja HKBP Kernolong yang berjarak sepelempar batu saja, hidup rukun di tengah perbedaan. 

Masjid Al Istikharah dan Gereja HKBP Kernolong berdiri berdampingan selama ratusan tahun di Jalan Kramat IV, Kelurahan Kernolong, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (25/12/2020).
Masjid Al Istikharah dan Gereja HKBP Kernolong berdiri berdampingan selama ratusan tahun di Jalan Kramat IV, Kelurahan Kernolong, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (25/12/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Dua tempat ibadah ini berada tepat di tepi Kali Ciliwung. Bila melintas di Jalan Sekolah Seni dekat kawasan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), terlihat dua menara megah bersimbolkan salib dan simbol berlafalkan Allah Swt saling berdiri berdampingan.

Menurut Ketua MPA Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kernolong, Jimmer Hutagalung, gereja ini sudah berdiri ratusan tahun yang lalu. Belum lama ini, Gereja Kernolong merayakan ulang tahun berdirinya ke-101 tahun. Artinya, sudah berdiri sejak tahun 1919.

Jimmer mengatakan Gereja Kernolong dibangun oleh para pemuda asal Tapanuli yang merantau ke Jakarta kala itu.

"Para pemuda asal Tapanuli yang merantau ke Jakarta itu berkumpul dan mereka aktif di GKI Kwitang. Mereka yang aktif di sana mendirikan gereja ini," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (24/12/2020).

Pembangunan gereja ini disetujui oleh seorang pendeta Gereformeerde Kerk Kwitang, kini GKI Kwitang, bernama Ds Tiemersma pada tahun 1919.

Sedangkan Masjid Al Istikharah, yang terletak di belakang gereja Kernolong, berdasarkan plang di depan masjid sudah berdiri sejak tahun 1913. 

Nuryaman (66) warga asli Kernolong yang dituakan sekaligus marbut masjid pertama di sana mengatakan, dulu masjid ini hanya lah sebuah langgar sederhana.

Baru kemudian langgar ini sempat dipugar menjadi sebuah musala. Pada tanggal 10 November 1986, baru dibangun menjadi masjid.

Hidup rukun

Umat Gereja Kernolong juga saling menghargai hari besar umat muslim. Setiap Idul Adha, pihak gereja rutin menyumbangkan kambing ke Masjid Istikharah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved