Ini Sejumlah Tugu dan Monumen Bersejarah di Bekasi

TribunJakarta.com telah menghimpun beberapa tugu dan monumen bersejarah yang ada di Kota Bekasi dan masih ada hingga kini

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi di Alun-alun Kota Bekasi Jalan Veteran, Bekasi Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR) 

"Monumen ini (Kali Bekasi) juga disebut sebagai monumen persahabatan, tapi saya lebih cenderung menyebutnya sebagai monumen pembunuhan tentara Jepang," kata Ali.

Kala itu, komandan pejuang Bekasi Letnan Dua Zakaria Burhanuddin menerima informasi dari Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jatinegara Sambas Atamadinata.

Informasi itu menyebutkan bahwa, akan ada kereta pengangkut 90 tentara Jepang menuju Kalijati yang bakal melintas di Stasiun Bekasi.

Para pejuang lalu meminta kepala stasiun, untuk membuat skenario penyergapan dengan mengarahkan kereta ke rel dua yang merupakan rel buntu.

Sesampainya di rel buntu, kereta berhenti dan pejuang Bekasi langsung memeriksa ke dalam hingga meminta 90 tentara Jepang keluar.

"90 tentara Jepang dikirim menggunakan kereta, sesampainya di Stasiun Bekasi harusnya kereta melintas ke arah jembatan rel, tapi dialihkan menuju rel buntu yang sekarang jadi lokasi monumen," kata Ali.

Salah satu komanda tentara Jepang menurut Ali, sempat mengeluarkan pistol untuk melakukan perlawanan.

Massa pejuang di bawah komando Zakaria lantas geram, mereka menyerbu 90 tentara Jepang dan melakukan eksekusi mati di tepi Kali Bekasi.

"Zakaria sempat bicara dengan bahasa Jepang, tapi komanda tentara Jepang justru mengeluarkan pistol, tapi keburu ditembak duluan, anak buahnya (tentara Jepang) lalu keluar mau ambil persenjataan di (gerbong) belakang, tetapi keburu diserbu duluan sama pejuang Bekasi," tuturnya.

Jasad 90 tentara Jepang yang tewas di tangan pejuang Bekasi dibuang ke Kali Bekasi, peristiwa ini kata Ali, sempat membuat air kali berubah warna menjadi merah.

"90 tentara Jepang itu seluruh mayatnya dibuang ke Kali Bekasi, jadi saksi mata yang dulu melihat peristiwa itu menyebutnya Kali Bekasi menjadi merah," terangnya.

Peristiwa berdarah itu kemudian diabadikan ke dalam Monumen Kali Bekasi yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Selatan, dekat jembatan rel Kali Bekasi.

Pada prasasti di monumen tersebut, tertuang sepenggal sejarah aksi para pejuang Bekasi melawan tentara kolonial.

"Monumen Kali Bekasi juga disebut Monumen Front Perjuangan Rakyat Bekasi, sebuah epos yang memiliki arti sangat dalam bagi Rakyat Bekasi, menggambarkan keberanian Rakyat Bekasi, juga lambang kepahlawanan dan kejuangan masyarakat Bekasi."

"Nilai-nilai kepatriotan tergambar dalam reflika monumen ini."

"Pada massa itu Kali Bekasi merupakan garis demrkasi antara tentara Sekutu (Inggria dan NICA) yang menduduki Jakarta dengan lasakar-laskar di sebarang kali bagian timur."

"Monumen ini dibangun berkat kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Jepang sebagai monumen sejarah, tugu ini juga memberikan nilai edukatif yaitu, Pesan Perdamaian dan Cinta Kasih." Tulis prasasti dalam Monumen Kali Bekasi.

Tugu Patal Jalan KH Agus Salim

Bekasi pada masa perjuangan kemerdekaan, dikenal sebagai lokasi pertempuran pejuang melawan tentara sekutu, dasar ini pula yang menjadikan Kota Bekasi dijuluki sebagai Kota Patriot.

Terletak di sebelah timur Jakarta, Bekasi kini menjadi kota metropolitan dengan dihuni masyarakat urban serta menjadi pusat roda perekonomian bisnis jasa hingga industri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved