Ini Sejumlah Tugu dan Monumen Bersejarah di Bekasi

TribunJakarta.com telah menghimpun beberapa tugu dan monumen bersejarah yang ada di Kota Bekasi dan masih ada hingga kini

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi di Alun-alun Kota Bekasi Jalan Veteran, Bekasi Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR) 

Di tengah modernisasi itu, Bekasi menyimpan jejak sejarah panjang para pejuang demi merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga kini, jejak perjuangan itu diabadikan dalam bentuk tugu atau monumen yang berdiri di beberapa titik di Kota Bekasi.

Salah satunya di Jalan KH. Agus Salim, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, tugu itu bernama Tugu Perjuangan Bekasi.

Masyarakat awam kerap menyebutnya sebagai Tugu Patal, Sejarawan Bekasi Ali Anwar mengatakan, penyebutan itu didasari dari letaknya yang berdekatan dengan pabrik pemintalan benang bernama Patal.

Baca juga: Ini Sosok Syarif Alwi, Dokter Timnas Sepak Bola Indonesia yang Punya Klinik di Bekasi

Baca juga: Pembangunan Jakarta International Stadium di Tanjung Priok

Baca juga: Sejarah Masjid Al Istikharah dan Muasal Jalan Kernolong di Senen Jakarta Pusat

"Nama sebenarnya Tugu Perjuangan, tugu itu merupakan salah satu yang tertua dibangun pada tahun 1949," kata Ali, Jumat.

Tugu Perjuangan ini dibangun oleh rakyat Bekasi secara gotong royong yang diprakarsai tokoh bernama Sa'adih.

Keunikan dari tugu itu ialah, terdapat mortir berupa pecahan peluru, meriam hingga granat asli sisa-sisa pertempuran yang saat ini masih ada dan disusun di bagian atas tugu.

"Ornamen-ornamen di kepala tugunya merupakan mortir asli, warga mengumpulkan dari sisa-sisa pertempuran," jelasnya.

Tugu Perjuangan di Jalan KH Agus Salim lanjut Ali, merupakan simbol betapa sengitnya pertempuran para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Puncaknya pada 23 November 1945, kala itu para pejuang melakukan perlawanan di Rawa Gatel, Cakung dengan menyandera 26 tentara sekutu.

Usai disandera selama satu malam, ke-26 tentara sekutu lalu dibunuh oleh para pejuang Indonesia di Bekasi.

Peristiwa tersebut kata Ali, memicu kemarahan tentara sekutu, mereka lalu mengerahkan pasukan dalam jumlah besar lengkap dengan persenjataan guna memborbardir Bekasi.

Warga dan para pejuang jadi korban dalam pertempuran itu, beberapa diantaranya bahkan mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Kondisi ini menurut Ali menjadikan Bekasi carut marut, hampir sebagian besar wilayah rusak dan terbakar akibat serangan tentara sekutu.

Dalam keterangan prasasti dituliskan, Tugu ini dimaknai sebagai peringatan bahwa di wilayah ini dan sekitarnya sering terjadi pertempuran pejuang RI melawan penjajah Belanda dan sekutu.

Selain itu, tugu ini juga sebagai peringatan dibumihanguskannya Bekasi sebalah barat dan timur.

"Mereka (tentara sekutu) membakar rumah, bangunan yang ada, penduduknya lari ke kebagian utara dan selatan," paparnya.

Monumen Alun-alun Bekasi

Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi yang berada di kawasan Alun-alun Kota Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan, merupakan simbol resolusi rakyat Bekasi dan kepatriotan para pejuang.

Sejarawan Bekasi Ali Anwar mengatakan, momumen itu merupakan satu dari sekian banyak monumen atau tugu di Kota Bekasi yang memiliki makna sejarah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved