Ini Sosok Syarif Alwi, Dokter Timnas Sepak Bola Indonesia yang Punya Klinik di Bekasi

Pria bernama lengkap Syarif Alwi Maruapey saat ini menjabat sebagai Head Of Medical Departement PSSI

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Dokter Timnas Indonesia Syarif Alwi saat dijumpai di klinik miliknya yang dibobol maling di Jalan Nusantara Raya, Blok A3/22, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pria bernama lengkap Syarif Alwi Maruapey saat ini menjabat sebagai Head Of Medical Departement PSSI, jabatan yang diemban biasa disebut dokter Timnas Sepak Bola Indonesia.

Papi sapaan akrabnya merupakan pria asal Kabupaten Maluku Tengah, menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hasanuddin Makassar dengan keahlian dokter umum.

Lika-liku perjalanan karirnya bisa dibilang cukup menginspirasi, dia yang merantau ke Sulawesi Selatan berjuang dengan berjualan hingga sempat menjadi sales obat.

Papi bahkan sempat menunda pendidikan saking sibuknya bekerja, sampai suatu ketika dia berhasil meraih gelar doktor dengan usahanya sendiri bekerja sambil sekolah.

Klinik Pratama Dokter Syarif Alwi di Jalan Nusantara Raya, Blok A3/22, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Klinik Pratama Dokter Syarif Alwi di Jalan Nusantara Raya, Blok A3/22, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Pada 1988, Papi kemudian merantau ke Ibu Kota Jakarta. Di sana, dia mengontrak rumah sambil meniti karir di bidang kesehatan.

Sampai pada 1991, Papi pindah ke Kota Bekasi. Tepatnya di Perumnas 3 Kecamatan Bekasi Timur. Di tempat ini, dia mendirikan klinik pertamanya yang diberi nama sama dengan namanya. 

Klinik yang memiliki bangunan dua lantai ini terletak di jalanan utama Perumnas 3 Bekasi, bercat krem dengan ornamen hijau, memiliki nama yang sama dengan pemiliknya.

Syarif saat dijumpai di kliniknya mengatakan, klinik tersebut sudah berdiri sejak 1990-an, ketika dia merantau dari kampung halaman dan mengadu nasib di Jakarta.

Bekasi saat itu, merupakan daerah yang dipilih untuk tempat tinggalnya. Sambil meniti karir dan usaha, dia membuka praktik dengan melayani warga di klinik pertamanya.

"Ini sudah ada sejak 1990-an, sejak daerah sini (Perumnas 3) masih banyak sawah-sawah," kata Syarif.

Baca juga: Pembangunan Stadion Jakarta International Stadium

Baca juga: Mengenal Sosok Dr Sumy Hastry Purwanti, Srikandi Forensik Indonesia

Baca juga: Mengenal Jalan Kernolong di Senen, Jakpus dan Kerukunan Antar 2 Umat Beragama

Kisah dibalik berdirinya klinik tidak lepas dari sejarah Rumah Sakit Sentosa Bekasi yang lokasinya tidak jauh dari Perumnas 3 Bekasi.

Syarif mengklaim, dia merupakan pendiri rumah sakit tersebut. Namun karena alasan suatu hal, dia memilih mendirikan sendiri klinik untuk melayani pasien.

"Saya pendiri Rumah Sakit Sentosa waktu itu, setelah itu kalau orang sekarang bilang pecah kongsi akhirnya saya bangun klinik sendiri," ucapnya.

Sebelum memiliki tempat secara permanen, Klinik Pratama dr. Syarif Alwi sempat berpindah-pindah lokasi mengontrak di sekitaran Perumnas 3 Bekasi.

Baru kemudian, ketika memiliki cukup uang, Syarif membeli tanah dan membangun klinik seperti hingga saat ini.

"Ini tanah dulu saya beli Rp 40 juta tahun 90-an, tahun itukan anak-anak saya masih pada sekolah ada yang masih SMA, ada yang masih SMP," tuturnya.

Melalui klinik tersebut, Syarif kemudian mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus mengikuti jejaknya sebagai dokter.

Pada 2010, karirnya makin menanjak. Syarif didapuk menjadi Dokter Timnas Sepak Bola Indonesia, jabatannya saat ini adalah Head of Medical Departement PSSI.

"Klinik saya sekarang yang praktik anak saya, ada dua orang mereka berjaga gantian," ucapnya.

Klinik yang sudah ada puluhan tahun hingga kini masih berdiri, untuk kalangan warga Perumnas 3 dan Kelurahan Aren Jaya, klinik milik Syarif Alwi cukup dikenal.

Nurul Fajrin Siregar (29), warga Perumnas 3 Bekasi mengatakan, klinik Dokter Syarif sudah ada sejak dia kecil.

Dari dulu hingga sekarang, keluarganya masih berobat di klinik milik Dokter Timnas Sepak Bola Indonesia tersebut.

"Dari saya kecil udah ada klinik Dokter Syarif,  terakhir adik saya berobat di sana karena udah terkenal di kalangan warga Aren Jaya," ucapnya.

Dibobol Maling

Klinik Pratama milik dokter Timnas Sepak Bola Indonesia, Syarif Alwi dibobol maling, uang Rp19 Juta digasak pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang.

TribunJakarta.com mencoba mendatangi klinik yang beralamat di Jalan Nusantara Raya, Blok A3/22, Perumnas 3, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Situasi di klinik tampak tetap berjalan mormal, sejumlah pegawai terlihat melakukan pelayanan seperti biasa meski telah terjadi insiden pencurian.

Syarif saat dijumpai di klinik mengatakan, aksi pembobolan terjadi pada, Jumat (22/1/2021) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

"Kejadian tadi pagi, pelakunya diperkirakan ada dua orang," kata Syarif waktu itu.

Peristiwa pencurian ini, diketahui pertama kali diketahui saat pegawainya datang untuk melakukan aktivitas operasional klinik.

"Pegawai saya datang pagi, klinik ini kan buka jam 8, sebelum beroperasi biasanya ada kegiatan pembersihan dulu, disinfektan segala macem baru dibuka," terangnya.

Saat melakukan aktivitas bersih-bersih, pegawai klinik curiga dengan kondisi pintu kasir dan lemari kabinet yang sudah rusak.

Ketika dicek, ternyata uang untuk operasional klinik yang disimpan di lemari kabinet dan laci kasir raib dicuri.

"Pegawai saya telfon, lalu saya perintahkan untuk cek CCTV dan ternyata benar ada orang yang masuk ke klinik pas dini hari itu," ucapnya.

Dalam rekaman CCTV, pelaku masuk dengan cara membuka pintu tralis besi dan pintu kaca klinik. Ia tampak mengenakan helm dan penutup wajah.

Ketika sudah berhasil masuk, pelaku langsung mengarah ke saklar listrik yang berada di area ruang tunggu klinik.

"Pelaku yang masuk satu orang, satu lagi menunggu di motor memantau situasi, dia matikan listrik karena tahu di sini ada CCTV," paparnya.

Menurut Syarif, pelaku langsung mengarah ke ruangan kasir tempat uang berada. Dia berhasil menggasak uang Rp19 juta dan pergi meninggalkan lokasi.

"Kerugiannya kurang lebih Rp19 juta, itu uang operasional klinik, saya sudah lapor kejadian ke Polres Bekasi Kota hari ini dan langsung ditangani," tegasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved